Beranda » Belajar Agama Islam » Gerhana Matahari Total Menurut Pandangan Islam

Gerhana Matahari Total Menurut Pandangan Islam

T Diposting oleh pada 9 March 2016
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 361 kali

Gerhana matahari total dalam Islam dipercaya sudah muncul sejak zaman dahulu kala, termasuk pada zaman Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada 27 Januari 632 Masehi. Peristiwa itu tercatat sebagai hari monumental dalam sejarah Islam.

Gerhana matahari terjadi ketika Nabi Muhammad SAW sedang dirundung duka lantaran putranya, Ibrahim, wafat. Ibrahim kemudian dimakamkan di Pemakaman Al-Baqi pada pagi hari menjelang peristiwa gerhana.

Umat Islam kala itu banyak yang menduga alam ikut berkabung atas wafatnya putra Rasulullah. Namun, setelah shalat gerhana, Nabi menjelaskan bahwa fenomena gerhana tidak ada kaitannya dengan kematian seseorang.

Shalat gerhana yang ditunaikan Muhammad dan umat Islam kala itu merupakan shalat gerhana matahari yang pertama dan terakhir yang dilaksanakan Rasulullah. Sebab, sekira empat bulan setelahnya, Nabi Muhammad SAW pun wafat.

Saat terjadi gerhana matahari total pada 9 Maret mendatang, Kementerian Agama telah mengeluarkan intruksi bagi umat Islam untuk melaksanakan shalat sunah Gerhana Matahari.

Gerhana Matahari Total

Dalam ajaran Islam, sholat gerhana atau shalat khusuf adalah ibadah yang dilakukan saat terjadi gerhana bulan maupun matahari. Berikut hadits tentang keutamaan mengerjakan shalat gerhana:

Dari Abu Bakrah Radhiallahu Anhu dia berkata:

“Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu terjadi gerhana matahari. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan berjalan cepat sambil menyeret selendangnya hingga masuk ke dalam masjid, maka kamipun ikut masuk ke dalam masjid. Beliau lalu mengimami kami shalat dua rakaat hingga matahari kembali nampak bersinar. Setelah itu beliau bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah shalat dan berdoalah hingga selesai gerhana yang terjadi pada kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 1040).

Menurut ajaran Islam, gerhana bulan bukan semata-mata fenomena alam dan kejadian antariksa, tetapi di balik itu sarat dengan nuansa religius yang diimani sebagai salah satu tanda keagungan dan kekuasaan Allah Ta’ala yang Maha mengatur alam ini, dan hal ini diyakini oleh penganut agama terutama dalam agama Islam, Katolik dan Protestan.

Hadits riwayat Buchori-Muslim menyebutkan bahwa “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Maka jika kamu melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah kepada-Nya, bersedekahlah, dan shalatlah.”

Fenomena alam ini diadakan oleh Sang Pencipta untuk menimbulkan rasa gentar di hati setiap hamba atas kebesaran Allah Ta’ala dan azab-Nya bagi siapa yang tidak taat kepada-Nya.

“Dan apabila bulan telah hilang cahayanya. Dan Matahari dan bulan dikumpulkan.” (QS. Al-Qiyamah: 8-9)

Shalat Gerhana Islam mengajarkan umatnya untuk melakukan shalat apabila menyaksikan gerhana, baik matahari maupun bulan, sebagaimana diisyaratkan dalam hadist di atas, juga sebagaimana riwayat adanya perbuatan Rasulullah SAW tentang hal tersebut.Gerhana matahari total dalam Islam dipercaya sudah muncul sejak zaman dahulu kala, termasuk pada zaman Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada 27 Januari 632 Masehi. Peristiwa itu tercatat sebagai hari monumental dalam sejarah Islam.

Gerhana matahari terjadi ketika Nabi Muhammad SAW sedang dirundung duka lantaran putranya, Ibrahim, wafat. Ibrahim kemudian dimakamkan di Pemakaman Al-Baqi pada pagi hari menjelang peristiwa gerhana.

Umat Islam kala itu banyak yang menduga alam ikut berkabung atas wafatnya putra Rasulullah. Namun, setelah shalat gerhana, Nabi menjelaskan bahwa fenomena gerhana tidak ada kaitannya dengan kematian seseorang.

Shalat gerhana yang ditunaikan Muhammad dan umat Islam kala itu merupakan shalat gerhana matahari yang pertama dan terakhir yang dilaksanakan Rasulullah. Sebab, sekira empat bulan setelahnya, Nabi Muhammad SAW pun wafat.

Saat terjadi gerhana matahari total pada 9 Maret mendatang, Kementerian Agama telah mengeluarkan intruksi bagi umat Islam untuk melaksanakan shalat sunah Gerhana Matahari.

Dalam ajaran Islam, sholat gerhana atau shalat khusuf adalah ibadah yang dilakukan saat terjadi gerhana bulan maupun matahari. Berikut hadits tentang keutamaan mengerjakan shalat gerhana:

Dari Abu Bakrah Radhiallahu Anhu dia berkata:

“Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu terjadi gerhana matahari. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan berjalan cepat sambil menyeret selendangnya hingga masuk ke dalam masjid, maka kamipun ikut masuk ke dalam masjid. Beliau lalu mengimami kami shalat dua rakaat hingga matahari kembali nampak bersinar. Setelah itu beliau bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah shalat dan berdoalah hingga selesai gerhana yang terjadi pada kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 1040).

Menurut ajaran Islam, gerhana bulan bukan semata-mata fenomena alam dan kejadian antariksa, tetapi di balik itu sarat dengan nuansa religius yang diimani sebagai salah satu tanda keagungan dan kekuasaan Allah Ta’ala yang Maha mengatur alam ini, dan hal ini diyakini oleh penganut agama terutama dalam agama Islam, Katolik dan Protestan.

Hadits riwayat Buchori-Muslim menyebutkan bahwa “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Maka jika kamu melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah kepada-Nya, bersedekahlah, dan shalatlah.”

Fenomena alam ini diadakan oleh Sang Pencipta untuk menimbulkan rasa gentar di hati setiap hamba atas kebesaran Allah Ta’ala dan azab-Nya bagi siapa yang tidak taat kepada-Nya.

“Dan apabila bulan telah hilang cahayanya. Dan Matahari dan bulan dikumpulkan.” (QS. Al-Qiyamah: 8-9)

Shalat Gerhana Islam mengajarkan umatnya untuk melakukan shalat apabila menyaksikan gerhana, baik matahari maupun bulan, sebagaimana diisyaratkan dalam hadist di atas, juga sebagaimana riwayat adanya perbuatan Rasulullah SAW tentang hal tersebut.

Pencarian dari Google:

Belum ada Komentar untuk Gerhana Matahari Total Menurut Pandangan Islam

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Gerhana Matahari Total Menurut Pandangan Islam

hewan qurban

Mengambil Hikmah Pelaksanaan Qurban Tahun 1435 H

T 6 October 2014 F , , A Sekretariat Yayasan Rahmatan Lil-Alamin

Qurban secara etimologi / tata bahasa bermakna “dekat”. Maka berqurban bermakna mendekatkan diri kepada Allah dengan cara yang telah diajarkan para nabi yakni memotong hewan Qurban. Ada pun hewan qurban yang disyariatkan untuk dipotong a.l : kambing/domba/gibas, sapi, dan unta.... Selengkapnya

ramadhan penuh berkah

Bila Ramadhan Memanggilmu – Marhaban Ya Ramadhan

T 24 June 2014 F A Sekretariat Yayasan Rahmatan Lil-Alamin

Bila Ramadhan memanggilmu Mengetuk pintu hidupmu Sambut ia sepenuh rindu Dekap ia sepenuh cinta Dan biarkan jemari indahnya Merengkuhmu dalam istana ampunan-Nya   Bila Ramadhan memanggilmu Kenanglah kelopak hari-hari Yang telah luluh berguguran Kenanglah seumpama pertanda Bagi engkau sang penerus... Selengkapnya

malam nisfu sya'ban

Nisfu Sya’ban Budaya Positif Menyambut Bulan Ramadhan

T 6 June 2014 F A Sekretariat Yayasan Rahmatan Lil-Alamin

Peringatan malam Nisfu Sya’ban dan mengkhususkan puasa pada hari tersebut, hingga saat ini masih membudaya di sebagian kaum muslimin. Padahal tidak ada satu pun dalil shahih yang dapat dijadikan sandaran. Memang ada beberapa riwayat tentang malam Nisfu Sya’ban berasal dari... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi kesekretariatan kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasakami.

Foreign Visitor

Flag Counter

Kunjungan Hari Ini

Kreasi Cipta Yatim

Slideshow