Beranda » Belajar Agama Islam » Belajar Memahami Makna Zakat Sebagai Pembersih Jiwa Kita

Belajar Memahami Makna Zakat Sebagai Pembersih Jiwa Kita

T Diposting oleh pada 9 July 2013
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 1117 kali

Zakat  secara bahasa (lughat), berarti : tumbuh; berkembang dan berkah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan .  Firman Allah dalam Surat At-Taubah : 103, “Ambillah zakat dari sebagian kekayaan mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…”. Sedangkan istilah zakat berarti derma yang telah ditetapkan jenis, jumlah, dan waktu suatu kekayaan atau harta yang wajib diserahkan; dan pendayagunaannya pun ditentukan pula, yaitu dari umat Islam untuk umat Islam. 

Zakat untuk Santunan Dhuafa YRLAZakat merupakan salah satu pokok agama yang sangat penting dan strategis dalam Islam, karena zakat adalah rukun Islam ketiga setelah syahadat dan shalat. Jika shalat berfungsi untuk membentuk keshalihan dari sisi pribadi seperti mencegah diri dari perbuatan keji dan munkar, maka zakat berfungsi membentuk keshalihan dalam sistem sosial kemasyarakatan seperti memberantas kemiskinan, menumbuhkan rasa kepedulian dan cinta kasih terhadap golongan yang lebih lemah. Pembentukan keshalihan pribadi dan keshalihan dalam sistem masyarakat inilah salah satu tujuan diturunkannya Risalah Islam sebagai rahmatallil ‘alamin oleh Allah SWT kepada manusia. 

Dengan zakat, Allah SWT menghendaki kebaikan kehidupan manusia dengan ajaran-Nya agar hidup tolong menolong, gotong royong dan selalu menjalin persaudaraan. Adanya perbedaan harta, kekayaan dan status sosial dalam kehidupan adalah sunatullah yang tidak mungkin dihilangkan sama sekali. Bahkan adanya perbedaan status sosial itulah manusia membutuhkan antara satu dengan lainnya. Dan zakat (juga infaq dan shadaqah) adalah salah satu instrumen paling efektif untuk menyatukan umat manusia dalam naungan kecintaan dan kedamaian hidupnya di dunia, untuk menggapai kebaikan di akhirat.

 

Kelompok Orang Yang Berhak Menerima Zakat

 “Zakat” dalam firman Allah tentang kelompok orang yang berhak menerimanya : “Sesungguhnya shadaqah (zakat-zakat) itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (QS At-Taubah [9]: 60) 

Sebagaimana surat at-taubah 9 : 60 disana di sebutkan, bahwa golongan para penerima zakat adalah ; 

1. Fakir, adalah orang yang sangat memerlukan, golongan fakir adalah mereka tidak memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari.  

2. Miskin, adalah orang-orang yang memiliki pekerjaan atau penghasilan tetapi karena kondisi tertentu, dari penghasilannya tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya

 3. Amil Zakat, adalah semua pihak yang bertindak mengerjakan yang berkaitan dengan pengumpulan, penyimpanan, penjagaan, pencatatan dan penyaluran harta zakat (pengelola  dana zakat)  

 4. Muallaf, adalah orang yang baru masuk Islam, lalu kondisi ekonomi mereka sangat terpuruk sehingga memerlukan bantuan

 5. Hamba yang Disuruh Menebus Dirinya (Riqab), mengingat golongan ini sekarang tidak ada lagi, maka kuota zakat mereka dialihkan ke golongan mustahiq lain menurut pendapat mayoritas ulama fikih (jumhur). Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa golongan ini masih ada, yaitu para tentara muslim yang menjadi tawanan.

 6. Orang Yang Berhutang (Gharim), adalah orang yang memiliki hutang dengan alasan yang syar’i untuk kebaikan bukan karena kesengajaan / kelalaian yang berakibat tidak mampu memenuhi kebutuhan hajat hidupnya.

 7. Mustahik Fisabilillah,  adalah orang berjuang di jalan Allah (perang pisik/militer atau pun perang melawan kebodohan dengan jalan berdakwah)

8. Ibnu Sabil, adalah orang yang dalam perjalanan/bepergian  dan tidak memiliki biaya untuk kembali ke tanah airnya.

 

 Perintah Bersegera Untuk Menunaikan Zakat Buat Manusia

 

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan yang sempurna, sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS 3:92) 

“Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS 58:13) 

“Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat  dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?” (QS 9:104)

 

Pencarian dari Google:

Belum ada Komentar untuk Belajar Memahami Makna Zakat Sebagai Pembersih Jiwa Kita

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Belajar Memahami Makna Zakat Sebagai Pembersih Jiwa Kita

santunan yatim

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim Bagi Umat Islam

T 23 July 2013 F A Sekretariat Yayasan Rahmatan Lil-Alamin

Menyantuni Anak Yatim menjadi yang utama yang harus kita perhatikan. Banyak rujukan yang mengharuskan kita untuk meningkatkan nilai sosial diri kita. Selain berbagi buat sesama, menyantuni kaum dhuafa; maka menyantuni anak yatim menjadi ibadah sosial yang utama. Pencarian dari Google:tuntunan... Selengkapnya

keistimewaan bulan syawal

Apa Sih Keistimewaan Bulan Syawal ? Yuk Disimak

T 16 July 2016 F A admin web-1

Apa yaa keistimewaan dibulan syawal, setelah romadhan pergi. Yuk Disimak penjelasannyaa Bulan Syawal merupakan bulan kesepuluh dalam penanggalan hijriah atau kalender Islam. Jika sebulan penuh kita telah berpuasa, maka bulan Syawal adalah bulan kemenangan bagi umat Islam. Bukan hanya istimewa... Selengkapnya

Marhaban Ya Ramadhan yrla

Berpuasalah Karna Iman dan Mengharap Pahala

T 20 June 2016 F A admin web-1

Bissmillahi Rahmanir Rohim… Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh… Kali ini saya akan membahas tentang Puasa karna iman dan mengharap pahala dari Allah Subhanahu Wata’ala. Jika seseorang menjalankan puasa dengan benar, yaitu yang didasari iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi kesekretariatan kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasakami.

Foreign Visitor

Flag Counter

Kunjungan Hari Ini

Kreasi Cipta Yatim

Slideshow